Kamis, 19 Juni 2014

Upacara dalam Pramuka



BAB I
PENDAHULUAN  
1.1  Latar Belakang Masalah
Gerakan Pramuka sebagai suatu wadah pendidikan nonformal di lingkungan masyarakat, wajib mengarahkan dan mengatur semua tindakan dan langkahnya. Gerakan Pramuka menyelenggarakan upacara sebagai alat pendidikan dan dilaksanakan dengan khidmat, teratur dan tertib, meliputi upacara umum, pembukaan dan penutupan latihan, pelantikan, dan upacara pemberian penghargaan. Sebelum menjadi anggota pramuka, calon anggota perlu mengikuti serangkaian upacara pelantikan. Pengertian dari  Upacara adalah serangkaian perbuatan yang ditata dalam suatu ketentuan yang wajib dilaksanakan dengan khidmat dan tertib, sehingga merupakan kegiatan teratur untuk menciptakan kebiasaan yang mengarah kepada budi pekerti luhur. Kemudian upacara di dalam pembinaan kepramukaan merupakan alat pendidikan berkaitan erat dengan proses perkembangan jiwa peserta (peserta didik) untuk menumbuhkan rasa kesadaran pada peserta tersebut. Seseorang akan merasa bangga dan akan terasa lebih bermakna apabila dalam mengikuti upacara ada acara yang menyenangkan,terutama bagi dirinya atau kelompoknya, misalnya: pemberian tanda penghargaan, pelantikan, peresmian kenaikan pangkat, dan mendapat pengarahan dari pembina upacara yang mengugah semangat peserta upacara. Oleh karena itu, setiap pembina pramuka berkewajiban mengusahakan agar upacara menjadi kegiatan menarik dan mengandung pendidikan, dengan jalan membuat variasi yang tidak menyimpang dari petunjuk yang ada. Disinilah proses pendidikan melalui kegiatan upacara dalam Gerakan Pramuka berlangsung.
1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut.
1)      Apa pengertian upacara?
2)      Bagaimana pelaksanaan upacara dalam Gerakan Pramuka?
3)      Apa makna dari pertemuan, pelantikan, dan api unggun dalam gerakan pramuka?
1.3. Tujuan
            Berdasarkan tumusan masalah diatas adapun tujuan penulisan dari makalah ini adalah sebagai berikut.
1)   Untuk mengetahui pengertian upacara.
2)   Untuk mengetahui pelaksanaan upacara dalam gerakan upacara.
3) Untuk mengetahui makna dari pertemuan, pelantikan, dan api unggun dalam gerakan pramuka.
1.4. Manfaat
Berdasarkan tujuan di atas, adapun manfaat dalam pembahasan makalah ini sebagai berikut.
1)      Bagi mahasiswa
Dengan adanya makalah ini, mahasiswa dapat menambah wawasan dan  pengetahuannya mengenai pengertian upacara, pelakasanaan upacara dalam gerakan pramuka, dan makna dari pertemuan, pelantikan, dan api unggun.
2)        Bagi Masyarakat
Dengan adanya makalah ini, masyarakat akan lebih memahami dan mengetahui pengertian upacara, pelaksanaan upacara dalam gerakan pramuka, dan makna dari pertemuan, pelantikan dan api unggun.









BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian upacara
Upacara adalah serangkaian tindakan atau perbuatan yang ditata dalam suatu ketentuan peraturan yang dilakukan atau diadakan sehubungan dengan peristiwa penting seperti upacara adat, pelantikan, pemberian tanda penghargaan, peringatan, dan upacara lainnya serta dilaksanakan dengan khidmat dan tertib, sehingga merupakan kegiatan teratur untuk menciptakan kebiasaan yang mengarah kepada budi pekerti luhur.
Tujuan dan sasaran upacara dalam Gerakan Pramuka adalah membentuk sikap disiplin, menghargai suatu proses berkaitan dengan sejarah, tradisi, perjuangan dan keberhasilan yang dicapai agar peserta didik:
1) Memiliki rasa cinta kepada tanah air, bangsa, dan negara.
2) Memiliki rasa tanggung jawab dan disiplin pribadi.
3) Selalu tertib dalam kehidupan sehari-hari.
4) Memiliki jiwa gotong royong dan percaya pada orang lain.
5) Dapat memimpin dan dipimpin.
6) Dapat melaksanakan upacara dengan khidmat dan tertib.
7) Meningkatkan ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2.2. Pelaksanaan upacara dalam kegiatan pramuka
2.2.1. Macam-Macam Upacara dalam Gerakan Pramuka
1) Upacara Umum
Upacara umum dimaksudkan sebagai upacara penaikan dan penurunan Sang Merah Putih secara berkala pada upacara peringatan HUT Pramuka, HUT RI, atau secara berkala pada setiap hari Senin dan setiap tanggal 17.


2) Upacara Pembukaan dan Penutupan Latihan
Upacara Pembukaan Latihan dan Upacara Penutupan Latihan yaitu upacara yang dilakukan dalam rangka melaksanakan usaha memulai dan mengakhiri suatu pertemuan di lingkungan Gerakan Pramuka. Bentuk barisan pada upacara pembukaan dan penutupan latihan disesuaikan dengan golongan Satuan yaitu Lingkaran untuk Perindukan Siaga, Angkare untuk Pasukan Penggalang, Bersaf satu untuk Ambalan Penegak dan Racana Pandega.
3) Upacara Pelantikan, meliputi upacara:
I. Peresmian/Pelantikan anggota
Masing-masing golongan memiliki upacara peresmian anggota.
a.    Upacara Pelantikan calon siaga menjadi siaga mula dilaksanakan sebagai berikut:
a)         Calon anggota siaga yang akan dilantik diantar oleh pemimpin Barungnya.
b)        Para siaga yang sudah dilantik maju satu langkah.
c)        Tanya jawab tentang Syarat Kecakapan Umum Siaga Mula antara Pembina Siaga dan Calon Siaga.
d)       Ucapan janji Dwisatya dituntun pembina dengan memegang Sang Merah Putih di tiang bendera bersama perindukan yang telah dilantik memberi hormat.
e)        Penyematan tanda-tanda diiringi nasehat pembina.
f)         Penghormatan kepada Siaga yang baru dilantik dilanjutkan pemberian selamat, kemudian kembali ke tempat masing-masing.
g)        Pembina Siaga mengucapkan doa yang diikuti oleh anggota perindukan.
h)        Pemimpin barung menjemput anggotanya yang telah dilantik.
i)          Barisan dibubarkan.
b.    Upacara Pelantikan Calon Penggalang menjadi Pramuka Penggalang dilaksanakan sebagai berikut.
a)        Calon Penggalang (telah menyelesaikan SKU Penggalang Ramu) diantar oleh Pemimpin Regunya kehadapan pembina Penggalang kemudian pengantar kembali ke regunya.
b)        Penggalang yang sudah dilantik maju satu langkah.
c)        Tanya jawab tentang Syarat Kecakapan Khusus/SKU yang telah diselesaikan.
d)       Calon yang akan dilantik berdoa diikuti oleh anggota pasukan dipimpin oleh Pembina Penggalang.
e)        Sang Merah Putih dibawa petugas kesebelah kanan depan dari Pembina. Waktu Sang Merah Putih masuk ke tempat upacara anggota pasukan menghormat dipimpin oleh Pratama.
f)         Calon secara sukarela mengucapkan janji Trisatya dengan tangan kanannya memegang ujung Sang Merah Putih ditempelkan di dada kiri tepat dengan jantungnya. Pada waktu ucapan janji anggota pasukan menghormat dipimpin oleh Pratama.
g)        Penyematan tanda-tanda disertai nasehat dari Pembina Penggalang.
h)        Pratama maju satu langkah lalu memimpin penghormatan kepada Penggalang yang baru dilantik, diteruskan pemberian ucapan selamat dari anggota pasukan.
i)          Pemimpin regu menjemput anggotanya yang baru dilantik.
j)          Pembina menyerahkan pasukan kepada Pratama untuk meneruskan acara latihan.
k)        Pratama memimpin penghormatan pasukan kepada Pembina Penggalang, kemudian membubarkan barisan.
c.    Upacara Pelantikan Calon Penegak menjadi Penegak Bantara dilaksanakan sebagai berikut.
a)        Upacara Pelantikan Calon Penegak menjadi Penegak Bantara, tidak boleh dihadiri Calon Penegak lainnya.
b)        Sangga Kerja menyiapkan perlengkapan upacara.
c)        Calon Penegak yang akan dilantik oleh pendamping kanan dan pendamping kiri ke hadapan Pembina Penegak.
d)       Pembina minta penjelasan kepada pendamping kanan dan pendamping kiri mengenai watak dan kecakapan calon.
e)        Pendamping kanan dan pendamping kiri kembali ke sangganya.
f)         Sang Merah Putih dibawa petugas ke sebelah kanan depan Pembina, anggota Ambalan menghormat dipimpin oleh Petugas.
g)        Tanya Jawab tentang Syarat Kecakapan Umum antara Pembina dan calon.
h)        Pembina memimpin doa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
i)          Penyematan tanda-tanda disertai pesan seperlunya.
j)          Ucapan janji Trisatya dituntun oleh Pembina Penegak, dengan jalan memegang ujung Sang Merah Putih dengan tangan kanan yang ditempelkan di dada kiri tepat dengan jantungnya. Kemudian disusul dengan penyematan Tanda Penegak Bantara oleh calon Penegak sendiri.
k)        Penghormatan ambalan kepada Penegak Bantara yang baru dilantik.
l)          Ucapan selamat dari anggota ambalan.
m)      Pendamping kanan dan pendamping kiri menjemput Penegak Bantara yang selesai dilantik untuk kembali ke sangganya.

II. Kenaikan Tingkat
Masing-masing golongan memiliki upacara Kenaikan tingkat.
a.    Upacara Kenaikan Tingkat dari Siaga Mula ke Siaga Bantu atau dari Siaga Bantu ke Siaga Tata dilaksanakan sebagai berikut.
a)        Siaga yang akan naik tingkat mengambil tempat berhadapan dengan Pembina Siaga.
b)        Tanya jawab tentang Syarat Kecakapan Umum yang telah dipenuhi.
c)        Pada ucapan janji Dwisatya dengan cara seperti pada pelantikan anggota yang telah dilantik menghormat.
d)       Pelepasan Tanda Kecakapan Umum yang lama dan Penyematan Tanda Kecakapan Umum yang baru, diiringi nasehat Pembina.
e)        Penghormatan kepada Siaga yang baru naik tingkat dilanjutkan pemberian selamat, dipimpin oleh Pemimpin Barung Utama (sulung), kemudian kembali ke tempat masing-masing.
f)         Siaga yang naik tingkat kembali ke Barungnya.
g)        Pembina Siaga mengucapkan doa yang diikuti anggota perindukan.
h)        Barisan dibubarkan diteruskan dengan kegiatan acara latihan.


b.    Upacara Kenaikan Tingkat dari Penggalang Ramu ke Penggalang Rakit atau dari Penggalang Rakit ke Penggalang Terap dilaksanakan sebagai berikut.
a)        Penggalang yang akan naik tingkat mengambil tempat berhadapan dengan Pembina Penggalang.
b)        Penggalang Rakit dan atau Penggalang Terap maju satu langkah.
c)        Tanya jawab tentang Syarat Kecakapan Umum yang telah diselesaikan, antara Pembina dan Penggalang yang akan naik tingkat.
d)       Petugas bendera membawa Sang Merah Putih ke sebelah kanan depan dari Pembina Penggalang. Waktu Sang Merah Putih memasuki tempat upacara anggota pasukan menghormat dipimpin oleh Petugas.
e)        Penggalang yang akan naik tingkat mengulang ucapan janji Trisatya dituntun Pembina Penggalang dengan tangan kanannya memegang ujung Sang Merah Putih ditempelkan di dada kiri tepat dengan jantungnya.
f)         Pada waktu Trisatya diucapkan, anggota pasukan memberi hormat dipimpin oleh Petugas.
g)        Pelepasan Tanda Kecakapan Umum lama dan penyematan Tanda Kecakapan Umum yang baru, diiringi nasehat Pembina.
h)        Penghormatan pasukan kepada Penggalang yang baru naik tingkat dipimpin Petugas, dilanjutkan pemberian selamat dari anggota pasukan, kemudian kembali ke tempat masing-masing termasuk Penggalang yang naik tingkat.
i)          Pembacaan Dasa Darma.
j)          Pembina Upacara (Pembina Penggalang) memimpin doa menurut agama dan kepercayaan masing-masing.
k)        Pasukan diserahkan kepada pratama untuk melanjutkan acara.
l)          Petugas memimpin penghormatan pasukan kepada Pembina Upacara (Pembina Penggalang).
m)      Pembina Upacara mengucapkan terimakasih kepada para pembantunya terus siap melaksanakan latihan.
n)        Petugas  membubarkan barisan.

c.    Upacara Kenaikan Tingkat dari Penegak Bantara menjadi Penegak Laksana dilaksanakan sebagai berikut.
a)        Pembina penegak mengumpulkan anggota ambalan.
b)        Penegak Bantara yang akan naik tingkat diantar oleh pendampingnya ke hadapan Pembina Penegak.
c)        Pembina minta pernyataan pendamping mengenai perkembangan watak dan kecakapan yang bersangkutan.
d)       Para pendamping kembali ke tempat.
e)        Tanya jawab tentang Syarat Kecakapan Umum yang telah diselesaikan antara Pembina dan Penegak Bantara yang akan naik tingkat.
f)         Sang Merah Putih dibawa oleh petugas ke sebelah kanan depan Pembina Penegak. Waktu Sang Merah Putih memasuki tempat upacara anggota ambalan menghormat dipimpin oleh petugas.
g)        Pembina memberikan bendera Sang Merah Putih kepada Penegak yang bersangkutan.
h)        Pembina melepas Tanda Penegak Bantara disertai pesan seluruhnya.
i)          Tanda Penegak Laksana dipasang sendiri oleh Penegak yang bersangkutan.
j)          Penegak Bantara yang naik tingkat menggulang janji Trisatya dituntun pembina memegang ujung Sang Merah Putih dengan tangan kanannya ditempelkan di dada kiri tepat pada jantungnya.
k)        Pembina memimpin doa menurut agama dan keprcayaan masing-masing.
l)          Ucapan selamat dari anggota ambalan.
m)      Pembina menyerahkan ambalan kepada petugas untuk meneruskan acara.

III. Pindah Golongan
       Masing-masing golongan memiliki upacara Pindah Golongan.
a.    Upacara Pindah golongan dari Pramuka Siaga ke Pramuka Penggalang dilaksanakan sebagai berikut.
a)        Di Perindukan Siaga, dalam rangkaian Upacara Pembukaan Latihan, Pramuka Siaga yang akan pindah golongan mengambil tempat berhadapan dengan Pembina.
b)        Penjelasan Pembina bahwa Pramuka Siaga pindah ke golongan Pramuka Penggalang bukan karena kecakapannya tetapi karena usianya.
c)        Pesan Pembina kepada anggota perindukan yang akan pindah.
d)       Pramuka Siaga yang akan pindah minta diri kepada teman seperindukan.
e)        Pembina mengantar Siaga yang akan pindah ke Pasukan Penggalang yang sudah disiapkan sebelumnya.
f)         Penyerahan Siaga dari Pembina Siaga kepada Pembina Penggalang.
g)        Penerimaan anggota baru oleh Pembina Penggalang, sesuai dengan kebiasaan yang berlaku di pasukan tersebut.
h)        Pembina siaga kembali ke perindukannya untuk meneruskan acara latihan.
i)          Anggota baru diperkenalkan kepada semua anggota pasukan, kemudian diserahkan kepada regu yang sudah siap menerimanya.
j)          Ucapan selamat datang dari semua anggota pasukan dilanjutkan dengan acara latihan.
b.    Upacara pindah golongan dari Pramuka Penggalang ke Pramuka Penegak dilaksanakan sebagai berikut.
a)        Dilaksanakan dalam rangkaian Upacara Pembukaan Latihan Pasukan Penggalang dan Upacara Pembukaan Latihan Ambalan Penegak.
b)        Penggalang yang akan pindah golongan mengambil tempat berhadapan dengan pembina Upacara (Pembina Penggalang).
c)        Nasehat dan penjelasan Pembina Upacara (Pembina Penggalang) bahwa kepindahannya bukan karena kecakapannya, melainkan karena usia dan perkembangan jiwanya.
d)       Penggalang yang akan pindah golongan minta diri kepada anggota pasukannya.
e)        Pembina Upacara (pembina Penggalang) mengantar Penggalang yang bersangkutan ke Ambalan Penegak.
f)         Serah terima anggota antara Pembina Penggalang dan Pembina Penegak.
g)        Pembina Penggalang kembali ke pasukan untuk melanjutkan acara latihannya.
h)        Acara penerimaan anggota di ambalan disesuaikan dengan adat yang berlaku di ambalan itu.
i)          Anggota baru diserahkan kepada sangga yang akan menerimanya.
j)          Pembina Penegak menyerahkan kembali ambalan kepada Petugas untuk meneruskan acara latihannya.
c.    Upacara Pindah Golongan dari Pramuka Penegak ke Racana Pendega dilaksanakan sebagai berikut.
a)        Pembina Penegak meggumpulkan anggota ambalan dalam bentuk barisan bersaf.
b)        Penegak yang akan pindah golongan dipanggil ke hadapan Pembina Penegak.
c)        Penjelasan Pembina bahwa kepindahannya bukan karena kecakapannya, melainkan karena usianya.
d)       Penegak yang akan pindah minta diri kepada anggota ambalan.
e)        Pembina meneyerahkan penegak yang bersangkutan kepada Pembina Racana Pendega.
f)         Pembina Racana Pendega menerimannya sesuai dengan adat yang berlaku.
4) Upacara Penyematan Tanda Kecakapan Khusus, Tanda Pramuka Garuda, dan Tanda Penghargaan.
2.2.2 Perlengkapan Upacara dalam Gerakan Pramuka:
1) Satuan pramuka siaga
a) Bendera Merah Putih
b) 2 standar bendera
c) Teks Pancasila
d) Teks Dwi Darma
2) Satuan pramuka penggalang dan Penegak
a) Bendera Merah Putih dan tali
b) Tiang bendera (3 tongkat yang disambung)
c) Teks Pancasila
d) Teks Dasa Darma atau Sandi Ambalan
2.2.3. Tempat dan Pengaturan Upacara dalam Gerakan Pramuka
1)   Tempat upacara dapat dilaksanakan:
a.         Upacara dapat dilaksanakan di ruang terbuka (lapangan)
b.        Upacara dapat dilaksanakan di ruang tertutup
2)   Pengaturan upacara dalam gerakan pramuka. Agar tercipta suasana upacara yang tertib, teratur, dan khidmat, satuan-satuan di Gugus Depan (GUDEP) sebaiknya dibagi sesuai dengan golongannya, yaitu.
a.         Siaga dibagi menjadi perindukan-perindukan
b.        Pengalang-pengalang dibagi menjadi pasukan-pasukan
c.         Untuk Penegak/Pendega dibagi menjadi Ambalan-ambalan
3)   Hal-hal yang sering terjadi pada saat upacara diselenggarakan seperti:
a.         Jika pada saat penaikan bendera merah putih talinya putus, maka petugas bendera tetap ditempat dengan tetap merentangkan bendera sampai upacar selesai diperbaiki lagi dan bendera tetap dikibarkan.
b.        Jika tiang bendera roboh saat bendera dikibarkan, maka petugas tetap pegang bendera, direntangkan ditempat sampai upacara selesai. Perbaikan setelah upacara selesai.
c.         Jika bendera saat dikibarkan terbalik, maka petugas segera memperbaiki dan dilanjutkan mengibarkan sampai selesai upacara.
d.        Jika petugas pembaca Pancasila atau Darma (Dwi Darma atau Dasa Darma) belum diuji mentalnya untuk mengucapkan, maka selanjutnya tidak mengucapkan tetapi membaca.

2.3  Makna Pertemuan, Pelantikan, Api Unggun dalam Gerakan Pramuka
2.3.1 Makna Pertemuan
Pertemuan dalam pramuka yaitu disebut dengan Raimuna. Raimuna adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pendega dalam bentuk perkemahan besar di Indonesia yang diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka. Raimuna diselenggarakan mulai dari tingkat Kwartir Ranting (kecamatan) hingga tingkat nasional. Raimuna merupakan dua buah kata yaitu Rai dan Muna. Rai yang artinya Pertemuan, Muna artinya Pemimpin/Kepala suku. Sehingga Raimuna dapat diartikan pertemuan para pemimpin/kepala suku. Makna tersebut dapat mewakili makna pertemuan besar Pramuka Penegak dan Pramuka Pendega, karena Pramuka Penegak dan Pendega merupakan pemimpin dikelompoknya masing-masing dan calon pemimpin bangsa.
1) Tingakatan Raimuna
a. Raimuna di tingkat Kwartir Ranting disebut Raimuna Ranting atau bisa  disingkat dengan Rairan. Raimuna penting diselenggarakan setiap 1 tahun sekali. Peserta dari Raimuna Ranting adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pendega perwakilan dari masing-masing gugus depan (Ambalan Penegak atau Racana) dalam wilayah Kwartir Ranting (kecamatan) tersebut.
b. Raimuna di tingkat Kwartir cabang (kabupaten atau kota) disebut  Raimuna Cabang atau biasa disingkat dengan Raicab. Raimuna Cabang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali. Raimuna cabang diikuti oleh Pramuka Penegak dan Pramuka Pendega perwakilan dari masing-masing Kwartir Ranting yang terdapat dalam wilayah Kwartir cabang (kota) tersebut.
 c. Raimuna di tingkat Kwartir Daerah (provinsi) disebut Raimuna Daerah atau biasa disingkat dengan Raida. Raimuna Daerah diselenggarakan setiap 3 tahun sekali. Raimuna daerah diikuti oleh Pramuka Penegak dan Pramuka Pendega perwakilan dari masing-masing Kwartir Cabang yang terdapat dalam wilayah Kwartir Daerah (provinsi) tersebut.
d. Raimuna di tingkat Kwartir Nasionl disebut Raimuna Nasional atau biasa disingkat dengan Rainas. Raimuna Nasional diadakan setiap 4 tahun sekali. Raimuna Nasional diikuti oleh Pramuka Penegak dan Pramuka Pendega perwakilan dari masing-masing Kwartir Daerah (provinsi). Perwakilan masing-masing provinsi ini biasanya diambilkan dari masing-masing Kwartir Daerah (kabupaten).
2) Kegiatan dalam Raimuna
          Raimuna adalah kegiatan pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pendega yang bersumber pada nilai-nilai:
a.         Filsafat Pancasila dan agama
b.        Jiwa perjuangan 1945
c.         Persahabatan dan kekeluargaan
d.        Perkembangan ekonomi, sosial, dan teknologi
e.         Seni budaya, kesehatan, kesejahteraan, dan kelestarian lingkungan hidup
f.         Keamanan dan ketertiban masyarakat
g.        Adat-istiadat dan tata susila
h.        Kepemimpinan dan kewirausahaan.
Kegiatan dalam Raimuna itu perlu juga disesuaikan dengan aspirasi pemuda-pemudi Indonesia pada umumnya, minat, kebutuhan, dan kemampuan para Pramuka Penegak dan Pramuka Pendega, serta kepentingan dan kebutuhan masyarakat setempat. Maka, dalam Raimuna supaya diadakan acara kegiatan bakti kepada masyarakat yang sifatnya tidak lebih puas daripada kegiatan Perkemahan Wirakarya. Kegiatan-kegiatan dalam Raimuna dititik beratkan pada peningkatan kemantapan mental, fisik, pengetahuan, keterampilan Pramuka Penegak dan Pramuka Pendega.
 2.3.2. Makna Pelantikan
Upacara pelantikan merupakan serangkaian upacara dalam rangka memberikan pengakuan dan pengesahan terhadap seorang pramuka atas prestasi yang dicapainya. Upacara pelantikan memiliki tujuan yaitu agar para pramuka yang dilantik mendapat kesan yang mendalam dan membuka hatinya untuk dapat menerima pengaruh pembinaanya dalam upaya membentuk manusia berkepribadian, berbudi pekerti luhur, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa peduli pada tanah air, bangsa, masyarakat, alam lingkungan, serta peduli pada dirinya sendiri dengan berpedoman pada satya dan darma pramuka. Langkah-langkah proses pelantikan setelah menyelesaikan tugas dan kewajiban dengan baik, para pramuka masih merasa perlu berusaha agar prestasinya tersebut mendapat pengakuan dan pengesahan dari lingkungannya, dengan melewati upacara pelantikan.
1)   Hal-hal yang dilakukan dalam proses pelantikan sebagai berikut.
a.    Persiapan
a)        Persiapan mental.
Yang dimaksud persiapan mental ialah mempersiapkan peserta didik agar dengan sukarela mau mengucapkan janji/satya pramuka, serta dengan sepenuh hati rela mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.


b)        Persiapan fisik.
Yang dimaksud persiapan fisik disini ialah bagi pramuka yang dilantik memerlukan persiapan fisik yang prima karena dimungkinkan ia akan menunggu dan berdiri beberapa lama, sebagai bagian dari pendidikan kesabaran.
c)        Persiapan peralatan ialah bendera merah putih, standar bendera, tanda-tanda pelantikan dan alat-alat penunjang lainnya.
Upacara pelantikan yang dilaksanakan dengan tertib khidmat akan dapat membuka hati yang bersangkutan dan pada saat itu pembina dapat memanfaatkan peristiwa tersebut sebagai media untuk mendidik ketahanan spiritual, fisik, intelektual, emosional dan sosial.
2.3.3. Makna Api Unggun
Api unggun adalah api di luar ruang yang didapat dari sengaja menyalakan kayu bakar, potongan kayu, atau kumpulan dahan, ranting, jerami, atau daun-daun kering. Pramuka, pecinta alama, atau peminat kegiatan alam bebas sering membuat api unggun sewaktu berkemah atau melakukan kegiatan dialam terbuka. Api unggun dinyalakan dengan maksud untuk menjaga diri dari binatang buas, menghangatkan diri, dll. Sewaktu berkemah orang sering berkumpul di sekitar api unggun untuk menyanyi dan menari. Suasana rileks dan riang gembira merupakan bagian dari pendekatan pembelajaran nilai dan sikap dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa seutuhnya. Acara bersifat rekreatif bermanfaat dalam mengembalikan kesegaran siswa dari kepenatan aktivitas belajar sehari-hari. Api unggun mengandung makna dan pesan moral yang luas. Acara ini memiliki aura sakral, wibawa, dan penuh rasa khidmat terkait acara pelantikan anggota baru pramuka. Kegiatan api unggun pun menjadi momen yang menyenangkan yang sering ditunggu-tunggu oleh para anggota pramuka. Sesuai tradisi, api unggun sebagai mata acara penutup kegiatan perkemahan menampilkan berbagai suguhan hiburan bersifat atraktif, kreatif, dan rekreatif. Semua dengan membentuk lingkaran bisa dengan santai melepas lelah setelah mengikuti serangkaian materi. Acara api unggun dapat dijadikan arena memperluas persaudaraan dan memperkokoh tali persahabatan sehingga mengeliminasi prilaku kekerasan seperti perkelahian dan tawuran antar siswa. Esensi acara api unggun dalam kegiatan kepramukaan bukanlah sekedar acara bergadang atau hura-hura layaknya acara camping ala remaja sekarang. Di bawah kendali instruktur atau pembina pramuka, acara api unggun senantiasa mengedepankan norma dan etika. Beberapa pedoman pelaksanaan api unggun mengharuskan semua yang terlibat, yaitu: menjaga ketertiban dan sopan santun, menghindari ucapan kotor dan negatif, tidak merusak lingkungan, jangan lupa mematikan api dan membersihkan sampah disekitar lokasi. Banyak manfaat yang didapat, bukan saja acara nostalgia dan romantisme terhadap kegiatan serupa tempo dulu, namun diharapkan melahirkan daya juang lebih fresh seperti ditunjukan oleh nyala lidah api unggun berkobar-kobar. Begitu sarat makna dan pesan moral terkandung dalam acara api unggun tersebut. Begitupun keheningan malam, beningnya bulir-bulir embun dan kerlap kerlip bintang dilangit, terbungkus dalam kehangatan api unggun dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus penyegaran dari monotonitas, kesumpekan dan kepenatan sehari-hari.
    











BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan sebagia berikut.
1)        Upacara adalah serangkaian perbuatan yang ditata dalam suatu ketentuan peraturan yang wajib dilaksanakan dengan khidmat, sehingga merupakan kegiatan yang teratur dam tertib, untuk membentuk suatu tradisi dan budi pekerti yang baik, serta mampu mencapai tujuan dan sasaran upacara dalam Gerakan Pramuka tersebut.
2)        Kegiatan Upacara didalam Gerakan Pramuka diantaranya yaitu
a.       Upacara Pelantikan
b.      Upacara kenaikan tingkat
c.       Upacara pindah golongan
Secara umum upacara dalam gerakan pramuka dilakukan sebagai berikut.
a)      Adanya bendera merah putih
b)      Wawancara antara pembina dengan yang akan dilantik
c)      Pengucapan satya pramuka secara sukarela oleh calon
d)     Tata urutan acara yang rapi serta formasi barisan sesuai dengan golongannya
e)      Dilaksanakan dalam suasana hikmat
f)       Adanya doa untuk memberikan kekuataan batin kepada yang dilantik.
3)        Makna pertemuan dalam Gerakan Pramuka yaitu adalah untuk meningkatkan kemantapan mental, fisik, pengetahuan, ketrampilan Pramuka Penegak dan Pramuka Pendega, dan menumbuhkan aspirasi pemuda pemudi Indonesia pada umumnya minat, kebutuhan serta kepentingan dan kebutuhan masyarakat setempat. Makna Pelantikan dalam Gerakan Pramuka yaitu adalah sebagai media untuk mendidik ketahanan spiritual, fisik, intelektual, emosional, dan sosial kepada yang bersangkutan. Makna Api unggun dalam Gerakan Pramuka yaitu adalah untuk menumbuhkan rasa atraktif, kreatif pada anggota pramuka, menumbuhkan tali persaudaraan dan persatuan serta menghilangkan kepenatan dalam rutinitas sehari-hari.


3.2     Pesan
Adapun pesan yang dapat disampaikan dalam makalah ini, sebagai berikut.
1.        Kepada  Mahasiswa
Pengetahuan tentang tata upacara dalam gerakan pramuka dan makna dari pertemuan, pelantikan, dan api unggun sangat penting untuk diketahui.
2.        Kepada Masyarakat
Hendaknya masyarakat juga memahami bagaimana tata upacara dalam gerakan pramuka dan makna dari pertemuan, pelantikan, dan api unggun.






















DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar